Minggu, 19 Maret 2017

Lagu Favorit

Sore itu, di tengah hingar bingar kota metropolitan
Di dalam keramaian tempat pemuas hasrat para kaum kapitalis dan hedonis ibukota
Aku duduk sendiri di sudut

Bising, bahkan lagu yang diputar pun tak dapat terdengar!
Kemudian aku mencoba mengasingkan diri, mengabaikan dunia
Kupasang headset di kedua daun telingaku, menghindari suara-suara di sekitar
Namun, puluhan lagu yang terputar juga ternyata tak dapat menenangkan hatiku

Tiba-tiba, terputar lagu yang pernah kita dengarkan berdua.

Kemudian aku tersadar,
Satu-satunya lagu yang ingin kudengar sekarang
hanyalah suaramu.

Sabtu, 18 Maret 2017

Koma

Di malam yang dingin
Senyum dari bibir merahmu
Tatapan penuh harap dari kedua bola mata cokelat beningmu, dan
kelingking yang saling bertaut
sudah cukup membuatku hangat
Janji untuk takkan pernah saling pergi, selamanya
Membuatku aman dan nyaman untuk pertama kali dalam hidup

Tiba-tiba, air mukamu berubah menjadi sendu dan penuh sesal
Ternyata petir datang menghadang, menyengat, menusuk dan menghancurkan apa yang telah kubangun.
Menyadarkanku dari mimpi panjangku

Salah siapa? Salahmu? Salahku?
Bukan, namun mungkin keadaan dan hujan yang selalu mengalir deras kala senja
Kita berdifusi di waktu yang salah, di saat seluruh elemen yang melingkupi sesungguhnya belum pernah siap
Nafasmu telah mengalir dalam nadiku bagaikan oksigen
Yang tak kusadari, menghidupkan, sekaligus membuatku mati perlahan

Sebelum aku masuk ke hidupmu lebih dalam lagi, ijinkan aku untuk terdialisis
dalam air mata yang mengalir di malam menjelang pagi penuh kabut ini
Memberi jarak, ruang, dan waktu
Untuk kita

Namun kemudian, katamu, "Jangan pergi", sambil menarik tanganku erat
Seketika aku teringat kembali janjiku, untuk takkan pernah pergi.
Dan pelukmu selalu menjadi satu-satunya tempat untuk pulang.

Sabtu, 11 Maret 2017

Gerhana

Andaikan aku terlambat datang sedetik saja
Aku takkan pernah bertemu denganmu
detik itu
dan mengenalmu lebih jauh

Andaikan aku terlambat berjalan selangkah saja
Aku takkan pernah bertemu lagi denganmu
dan meneruskan langkahku bersamamu.

Andaikan aku terlambat membuka mataku sekedip saja,
Aku takkan pernah melihat dan mengerti
Definisi keidentikan dalam lain bentuk, seolah kembar yang terlahir dari rahim yang berbeda

Semesta, dengan dimensi ruang dan waktu yang ia orbitkan
Seolah mempertemukan kita, berdua,
dalam satu garis lurus
di antara jutaan partikel lainnya yang hanya dapat dihitung oleh Sang Pencipta

Walau butuh ribuan tahun cahaya untuk kita akhirnya saling bertemu, lagi.