Sabtu, 12 Mei 2012

Lukisan Kehidupan

Kugoreskan pensil dalam selembar kertas putih di hadapanku, membuat sebuah garis, tebal. Dan kemudian saat merasa janggal, aku menghapusnya... Kemudian aku menyadari sesuatu.
Walaupun goresan pensilnya sudah terhapus, namun masih meninggalkan bekas walaupun aku sudah menggesekkan penghapus itu sekuat tenaga.

Seperti kehidupan. Akan beda ceritanya kalau kamu menggoreskan pensil tipis-tipis karena keragu-raguan, dengan mudah gambar itu akan terhapus.
Saat kamu berharap dan melangkah pasti, menggoreskannya tebal-tebal dengan keyakinan, dan suatu saat kamu dituntut untuk menghapus semua garis, alur cerita yang telah kamu lalui... Maka akan selalu membekas di hati. Dalam pikiranmu, dalam hidupmu. Dalam lembaran kertas itu.

Kamu dapat memberikan warna dalamnya, untuk menutupi semua bekas yang ada, mengisi sketsa yang semu dengan paduan warna yang indah.
Dan saat kamu terlanjur mewarnainya dan lagi-lagi menyadari kejanggalan dalam warna-warni lukisan tersebut,
Dapatkah kamu menghapus semua warna tersebut dan  mengembalikan kertas seperti sedia kala?

Pensil warna, masih bisa terhapus walaupun masih sedikit membekas.
Krayon, cat air... Kamu hanya dapat merusak kertasnya apabila mencoba menghapusnya.
Semakin pasti, semakin sulit terhapuskan.

Yang bisa kamu lakukan adalah,
Memilih diantara dua pilihan: menyimpan kertas tersebut, atau membuangnya
Dan membuka lembaran baru, memulai kembali dari nol
Atau tetap melanjutkan lukisan tersebut, mencoba membenahi warna yang janggal
Dengan mencampurkan warna lain sehingga menghasilkan warna yang kamu inginkan

Seperti itulah kehidupan.

1 komentar:

  1. Hmmm, terimakasih untuk kata2 nya, saya menyadari sesuatu setelah membaca tulisan ini, terimakasih, terimakasih banyak.

    BalasHapus