Rabu, 22 Juni 2016

Mortal

Selamanya adalah omong kosong.


Apabila kau ibarat Manusia;

Sekat di antara kita adalah Kematian;

dan Kenangan ibarat Debu

yang terurai oleh Tanah--memori.


Tahun demi tahun

Satu persatu partikel dirimu pupus termakan waktu

Tergeserkan oleh berbagai rumus kehidupan

Terhapus oleh kebencian yang mendalam!

Kebenciaan saat kau memutarbalik badan dan membiarkanku sendiri di balik sekat

kebencian hasil konversi air mata yang sia-sia.


Kebenciaan karena.. Rindu yang terbendung.

Kebencian karena ketidakadilan semesta yang tidak pernah mengijinkanku memilikimu.


Terkadang apabila bulan datang

Menyilaukan sepasang mata yang kemudian memecah tangisnya

membasahi tanah

Bayangmu kembali lagi.


Selamanya bukanlah kita

Selamanya adalah sekat itu;

Sekat yang meniadakan kata penghubung di antara kau dan aku.


Namun selama dunia belum berakhir,

ingatanku, dan perasaanku padamu

akan selalu abadi

dengan tulisan ini.

Selasa, 17 Mei 2016

Pantai sama berpasir
Lautan sama berombak.
Kapal yang sempat singgah di tepi
Pun akhirnya tergoyahkan oleh gulungan ombak,
menarik jangkarnya dan pergi lagi.

Biarlah semua berlalu-lalang, singgah dan pergi
Ombak, kapal, badai, aku tak peduli
Enyahlah,
Karena aku tidak diciptakan untuk berpenghuni.

Rabu, 27 Januari 2016

Kampung Halamanku.

"Pulang"
hanyalah frasa yang berlaku di masa lalu
Karena,
waktu itu, masa-masa itu,
dan orang-orang itu,
tak akan pernah kembali menyambut kedatanganku
dan hanya menjadi sosok maya di dalam ingatan dan tersimpan di ruang hati yang terselubung.

Yang tersisa untuk pulang hanyalah kota ini, kampung halamanku.
Namun, setiap sudut kota ini
selalu mengorek kembali luka yang sudah susah payah kututup selama di kota rantau.

Sudut-sudut yang pernah kusinggahi dan memiliki cerita tersendiri, bersama orang-orang yang sudah tiada. Cerita yang kini hanyalah kenangan di dalam memori.

Sudut,
Tempat aku dan mereka pernah tinggal.
Toko buku tempat mereka selalu membelikanku buku.
Warung dekat rumah langganan kita.
Mall yang sering kita singgahi dan di sana mereka bilang, "pilihlah baju manapun yang kau suka, akan aku belikan".
Bioskop tempat kita sering menonton.
Tempat makan kesukaan kita. Kedai es krim favorit kita.
Tempat aku memberikan kejutan di saat ulang tahun mereka.
Tempat aku dan mereka suka parkir seenaknya dan cukup mendengarkan lagu di mobil.
Tempat kita melukiskan impian masa depan kita.

Tempat mereka dirawat saat sakit. Saat aku menemani mereka hampir setiap malam.

dan juga tempat mereka disemayamkan dan dikubur.
Tempat mereka meninggalkanku selamanya.

Walaupun mereka telah tiada di dunia ini dan hanya hidup di masa lalu,
setidaknya masih tersisa tempat-tempat kita pernah berpijak bersama
Ijinkanlah aku, yang masih ada di dunia ini,
mengingat dan menyimpan semua kenangan kita di kampung halamanku.

Agar kampung halamanku dapat menjadi rumah
di mana aku dapat mengabadikan semua kenangan yang takkan bisa terulang lagi.
Biarkan kampung halamanku menjadi tempatku pulang
dan mengulang kenangan-kenangan itu di dalam otakku sendiri, kapanpun aku ingin.

Selasa, 17 Desember 2013

North and South Pole

Jarak dan dunia yang berbeda, apalagi yang perlu dipertahankan? Tanyakan pada logika, ia sudah muak dengan berbagai kebodohan yang kita lakukan untuk mencoba bersatu.
Tetapi, ketika kau ingin sekali melepaskan diri dari semuanya, seperti ada yang menahan langkahmu untuk menjauh dan menarikmu kembali. Mengapa? Karena dua kutub magnet yang berbeda menyebabkan gaya tarik-menarik. 

Namun, kutub utara tetaplah kutub utara, dan kutub selatan tetaplah kutub selatan. Kita berbeda, takkan pernah bisa menyatu dengan cara ilmiah dan mukjizat apapun, selamanya.

Milestone

2013. Banyak yang terjadi tahun ini, nggak bisa dikatakan tahun sial juga sih soalnya emang semua ini udah kehendak dariNya.. Mungkin tahun ini akan aku kenang seumur hidup, sebagai semacam milestone. Semacam pembatas masa lalu dan masa depan, dan dari tahun ini pula aku dipaksa untuk bangkit, untuk benar-benar mempersiapkan masa depan dengan kesadaran bahwa aku cuma sendirian di dunia ini dan bukan siapa-siapa tanpa Tuhan yang membimbing langkahku. Benar-benar hanya Dia...

Tahun ini, sangat banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku, perubahan yang benar-benar mengubah hidupku secara total.
Aku ditinggal pergi oleh seseorang yang sangat kusayangi, selamanya. Dan ya, nggak akan bisa bertemu lagi dengan beliau. Rindu pun selalu menusuk hati dan pikiranku, rindu akan sesosok orang yang paling penting dan paling kucintai, rindu yang nggak akan bisa terobati, seperti ada sesuatu yang hilang karena banyak sekali kebiasaan yg kulakukan dengan beliau, yang kini telah menjadi kenangan, dan perasaan kecewa juga karena aku belum melakukan yang terbaik semasa beliau hidup..
Saat itu aku mengalami tekanan batin yang amat sangat, kesabaran dan kekuatanku benar-benar diuji olehNya... Dan aku disadarkan bahwa semua yang kumiliki dan kucintai di dunia ini, semuanya hanya dipinjamkan olehNya dan nggak akan selamanya jadi milikku, nggak ada yang abadi di dunia ini, karena kehidupan yang sesungguhnya bukanlah di dunia, namun di keabadian. Kenapa harus sedih? Toh, he's in a better place now.

But show must goes on. Aku tetap harus menjalani hidupku. Bahkan, kehidupan baruku. Aku harus memulai lembaran baru tanpa kehadiran beliau disisiku, dan membuka lembaran yang benar-benar baru dengan memulai kehidupan baruku di perkuliahan, di kota yang baru pula. Aku benar-benar bersyukur dapat singgah di lingkungan yang baru, hingga secara tak langsung dapat sedikit melupakan semua kenangan yang manis sekaligus pahit dikenang di Surabaya dan benar-benar memulai kehidupan baru dengan lingkungan yang benar-benar lain disini.

Kesibukan perkuliahan membuatku lupa akan semuanya, apalagi semua di masa lalu. Namun terkadang, tak dapat dipungkiri aku kerap kali merasa sepi dan sendiri, seperti masih ada yang hilang di hatiku. Terkadang ada sesuatu hal yang secara tidak sengaja mengingatkanku pada kejadian di masa lalu, yang membuatku mengingat kembali, dan sadar kalau semua itu udah gak ada dan gak akan pernah bisa kembali. Kalau sudah begitu tiba-tiba hatiku merasa kosong, hahaha.
But once again, show must goes on. Nggak ada gunanya nangisin masa lalu, if only tears could change theirselves into money. Mungkin Dia memberikan aku segala cobaan berat di usia yang masih sangat muda ini agar aku memiliki kesadaran, kekuatan, dan ketabahan semenjak dini. Dari sini aku sangat sadar bahwa aku harus menghadapi ini semua dan berusaha keras untuk mencapai masa depan yang jauh lebih baik dengan segala keterbatasanku, sendirian, karena aku nggak bisa bergantung pada siapapun. I have to change the pain into success!

Aku sadar aku cuma sendiri, nggak ada siapa-siapa untuk bisa diajak berbagi secara mendalam. But, God is the only exception. Sekali lagi aku benar-benar disadarkan bahwa aku hanya memiliki Dia. Hanya Dia yang abadi, hanya Dia yang Maha Baik dan Maha Mengetahui, sementara semua hal di dunia memiliki keterbatasan dan tak akan selamanya, karena semua itu hanyalah pinjaman daripadaNya.

Katanya sih, love what you have now, before life teach you to love what you lost.. Betul banget sih, cuma jangan terlalu bergantung aja sama apa yang ada sekarang, because nothing lasts forever. Just do the best now and for the sake of your future!
ketika tak bisa melukiskan semua perasaan dan pikiran dengan kata-kata,
dan sehelai kertas kosong--tanpa tulisan apapun di atasnya--yang diremas atau disobek sudah cukup menggambarkan dan mewakilkan semuanya

Sabtu, 15 September 2012

Kisah Terang dan Gelap

"Bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"


Kami memang bukan cat warna, yang satu dapat dicampur dengan warna lain sehingga dapat menghasilkan warna baru. Kami bukan bunyi, yang jika dibunyikan bersama, akan bersatu menghasilkan bunyi yang lebih keras. Kami bukan zat kimia, yang dapat direaksikan satu dengan yang lain kemudian menghasilkan zat baru.
Kami bukan sel sperma dan sel telur, yang bila bertemu akan bersatu menghasilkan kehidupan baru.
Kami bahkan bukan air dan minyak, yang masih dapat disatukan dengan koloid.

Kami, Terang dan Gelap.
Gelap sangat membutuhkan Terang untuk menerangi sudut hatinya. Namun bukan hanya Gelap yang haus akan Terang.
Terang tak akan bisa bersinar jika tak ada Gelap di sisinya. 
Tanpa Terang, Gelap akan selamanya kelam dan hampa. Tanpa Gelap, Terang tak akan bercahaya. Mereka saling membutuhkan, walau saling terpisah.

Kami begitu dekat. Dan, kami bahagia. Meskipun tak dapat meraih satu sama lain. Tak dapat menyentuh hangatnya Terang dan sejuknya Gelap. Apalagi melebur jadi satu.
Kami abadi, walaupun semu. Inilah suratan takdir.

Kami saling melengkapi, walaupun takkan pernah bisa bersatu.



Salam hangat,


Terang   
yang bercahaya dalam relung hati Gelap