Kugoreskan pensil dalam selembar kertas putih di hadapanku, membuat sebuah garis, tebal. Dan kemudian saat merasa janggal, aku menghapusnya... Kemudian aku menyadari sesuatu.
Walaupun goresan pensilnya sudah terhapus, namun masih meninggalkan bekas walaupun aku sudah menggesekkan penghapus itu sekuat tenaga.
Seperti kehidupan. Akan beda ceritanya kalau kamu menggoreskan pensil tipis-tipis karena keragu-raguan, dengan mudah gambar itu akan terhapus.
Saat kamu berharap dan melangkah pasti, menggoreskannya tebal-tebal dengan keyakinan, dan suatu saat kamu dituntut untuk menghapus semua garis, alur cerita yang telah kamu lalui... Maka akan selalu membekas di hati. Dalam pikiranmu, dalam hidupmu. Dalam lembaran kertas itu.
Kamu dapat memberikan warna dalamnya, untuk menutupi semua bekas yang ada, mengisi sketsa yang semu dengan paduan warna yang indah.
Dan saat kamu terlanjur mewarnainya dan lagi-lagi menyadari kejanggalan dalam warna-warni lukisan tersebut,
Dapatkah kamu menghapus semua warna tersebut dan mengembalikan kertas seperti sedia kala?
Pensil warna, masih bisa terhapus walaupun masih sedikit membekas.
Krayon, cat air... Kamu hanya dapat merusak kertasnya apabila mencoba menghapusnya.
Semakin pasti, semakin sulit terhapuskan.
Yang bisa kamu lakukan adalah,
Memilih diantara dua pilihan: menyimpan kertas tersebut, atau membuangnya
Dan membuka lembaran baru, memulai kembali dari nol
Atau tetap melanjutkan lukisan tersebut, mencoba membenahi warna yang janggal
Dengan mencampurkan warna lain sehingga menghasilkan warna yang kamu inginkan
Seperti itulah kehidupan.
Sabtu, 12 Mei 2012
Selasa, 24 Januari 2012
Hello Seattle.
Lihat dari judulnya terlihat sophisticated ya, seolah-olah habis bepergian dari luar negeri.
Padahal sesungguhnya yang ingin kuceritakan adalah... Kelasku yang terletak di pojok lantai 2 SMA Negeri 2 Surabaya. XI-IA 3.
Dan sesungguhnya HP-ku baru saja mendendangkan lagu Hello Seattle-nya Owl City ._.
Sudah sekian bulan tanpa postingan baru dariku. Bukan karena tidak ada ide untuk posting, namun saking banyaknya yang dapat diceritakan sehingga aku bingung memilahnya, dan akhirnya sampailah pada salah satu bagian terpenting dalam hidupku, kelas.
Pertama melihat namaku di daftar nama kelas XI-IA 3, sedikit excited juga. Kelihatannya anaknya asik-asik. Aku juga sekelas lagi sama 2 orang dari kelas 10, yaitu Rere dan............. JOHAN. Johan. Johan. (entah apa maksudnya disebut 3 kali, sebuah bentuk majas, atau memang dia yang dihitung 3.)
Dan setelah memasuki kelas tersebut, ya memang tidak salah feelingku. Anaknya memang asik-asik, rame, dan friendly. Hari pertama masuk kelas semua bersalam-salaman satu sama lain dan kenalan ._. Bayanganku waktu itu, kelas ini akan menjadi kelas yang kompak. Dan entah siapa yang membuat, kita pun sepakat menjuluki kelas kita Seattle (Sebelas Ipa Telu Intelligent).
Namanya juga awal, pasti anak-anak masih rajin-rajinnya. Sempet panik sih, mana pinter-pinter lagi. Tapi seiring waktu, mulai terkelupas kedoknya. Akhirnya kebuka deh malesnya, buntuannya, ramenya, nakalnya. JABLAYNYA.
Nah ya gini ini baru gue suka, cara belajar yang gak terlalu terforsir, santai, fun. Dan mau bandel kayak gimana, kalo dasarnya emang cerdas ya gimana lagi. Di kelas urakan gak karuan, tapi pas disuruh maju? Hampir semua bisa. Pas ulangan? Nilainya bagus-bagus. Ajaib. Haf.
Tapiiiii kelemahannya, karena virus malas diantara kami merata, jadinya susah pol kalo diajak koordinasi dan kerja kelompok. Kalo gak ada yang aktif gak bakal bisa jalan.
Semenjak masuk IA 3 ini aku semakin nakal memang :)) jadi lebih males, nyeleweng, mbolosan, tukang tidur di kelas ._.v ampuni, semester 4 ini harus taubat sepertinya. Tapi entah kenapa kelas 11 ini lebih niat belajar daripada kelas 10. Mungkin karena persaingannya kali ya yang dengan cara santai, jadi membuat lebih terpicu.
Oh iya, semenjak kelas 11 jadi jablay juga, tukang gombal -_- cetakan IA 3 memang rata-rata seperti itu. Ngggrrrrhhh.
Lalu ada satu lagi hobi kami, yaitu dugem di kelas. Sejak setiap kelas dipasang sound system, tentu saja benda itu kami manfaatkan dengan baik. Berbagai jenis musik kami alunkan untuk melepas penat, dan ada saatnya dimana lampu dimatikan dan kami pun ajeb-ajeb di kelas dengan musik disco.
Nah, saat pelajaran yo jek diterusnooo ae. Kami memilih untuk menyetel lagu Gramed kalau saat pelajaran. Alasannya, musik klasik dapat membantu belajar. Pengecualian, Pak Pebe. Karena dia selalu minta disetelkan lagu dangdut dan lagu Ayu Tingting kesukaannya.
Namun, pukulan pun menghantam kami. Jack-nya soundsystem pupus entah kemana, jadi sampai sekarang Seattle Pub&Karaoke masih cuti. Ah sedih :(
Kalau disuruh menceritakan semuaaa yang telah terjadi dan ada di Seattle selama kurang lebih 7 bulan ini, buanyak sekali tentunya. Pokoknya intinya, I'm so excited and feel so wonderful to be here in this class! Beruntung masuk kelas ini, bukan kelas sebelah, kelas seberang, apalagi kelas atas. I'm belong here absolutely.
Tapi terkadang, yah masih ngerasa kalau bayanganku waktu itu belum terwujud. Ya, bayangan akan kelas yang kompak. Walaupun kita emang rame, tapi anaknya masih pada nggumbul dewe-dewe. Kurang menyatu secara keseluruhan siswanya. Bahkan kalau boleh jujur, walaupun kerjaanku guyon, gombal, dan ketawa-ketiwi sama anak-anak disini, tapi belum menemukan anak yang klooop pol denganku.
Tapi yasudahlah, semoga seiring berjalannya waktu, kami bisa semakin kompak. Amin. Tinggal 5 bulan lagi :3
I love you, Seattlers!
Padahal sesungguhnya yang ingin kuceritakan adalah... Kelasku yang terletak di pojok lantai 2 SMA Negeri 2 Surabaya. XI-IA 3.
Dan sesungguhnya HP-ku baru saja mendendangkan lagu Hello Seattle-nya Owl City ._.
Sudah sekian bulan tanpa postingan baru dariku. Bukan karena tidak ada ide untuk posting, namun saking banyaknya yang dapat diceritakan sehingga aku bingung memilahnya, dan akhirnya sampailah pada salah satu bagian terpenting dalam hidupku, kelas.
Pertama melihat namaku di daftar nama kelas XI-IA 3, sedikit excited juga. Kelihatannya anaknya asik-asik. Aku juga sekelas lagi sama 2 orang dari kelas 10, yaitu Rere dan............. JOHAN. Johan. Johan. (entah apa maksudnya disebut 3 kali, sebuah bentuk majas, atau memang dia yang dihitung 3.)
Dan setelah memasuki kelas tersebut, ya memang tidak salah feelingku. Anaknya memang asik-asik, rame, dan friendly. Hari pertama masuk kelas semua bersalam-salaman satu sama lain dan kenalan ._. Bayanganku waktu itu, kelas ini akan menjadi kelas yang kompak. Dan entah siapa yang membuat, kita pun sepakat menjuluki kelas kita Seattle (Sebelas Ipa Telu Intelligent).
Namanya juga awal, pasti anak-anak masih rajin-rajinnya. Sempet panik sih, mana pinter-pinter lagi. Tapi seiring waktu, mulai terkelupas kedoknya. Akhirnya kebuka deh malesnya, buntuannya, ramenya, nakalnya. JABLAYNYA.
Nah ya gini ini baru gue suka, cara belajar yang gak terlalu terforsir, santai, fun. Dan mau bandel kayak gimana, kalo dasarnya emang cerdas ya gimana lagi. Di kelas urakan gak karuan, tapi pas disuruh maju? Hampir semua bisa. Pas ulangan? Nilainya bagus-bagus. Ajaib. Haf.
Tapiiiii kelemahannya, karena virus malas diantara kami merata, jadinya susah pol kalo diajak koordinasi dan kerja kelompok. Kalo gak ada yang aktif gak bakal bisa jalan.
Semenjak masuk IA 3 ini aku semakin nakal memang :)) jadi lebih males, nyeleweng, mbolosan, tukang tidur di kelas ._.v ampuni, semester 4 ini harus taubat sepertinya. Tapi entah kenapa kelas 11 ini lebih niat belajar daripada kelas 10. Mungkin karena persaingannya kali ya yang dengan cara santai, jadi membuat lebih terpicu.
Oh iya, semenjak kelas 11 jadi jablay juga, tukang gombal -_- cetakan IA 3 memang rata-rata seperti itu. Ngggrrrrhhh.
Lalu ada satu lagi hobi kami, yaitu dugem di kelas. Sejak setiap kelas dipasang sound system, tentu saja benda itu kami manfaatkan dengan baik. Berbagai jenis musik kami alunkan untuk melepas penat, dan ada saatnya dimana lampu dimatikan dan kami pun ajeb-ajeb di kelas dengan musik disco.
Nah, saat pelajaran yo jek diterusnooo ae. Kami memilih untuk menyetel lagu Gramed kalau saat pelajaran. Alasannya, musik klasik dapat membantu belajar. Pengecualian, Pak Pebe. Karena dia selalu minta disetelkan lagu dangdut dan lagu Ayu Tingting kesukaannya.
Namun, pukulan pun menghantam kami. Jack-nya soundsystem pupus entah kemana, jadi sampai sekarang Seattle Pub&Karaoke masih cuti. Ah sedih :(
Kalau disuruh menceritakan semuaaa yang telah terjadi dan ada di Seattle selama kurang lebih 7 bulan ini, buanyak sekali tentunya. Pokoknya intinya, I'm so excited and feel so wonderful to be here in this class! Beruntung masuk kelas ini, bukan kelas sebelah, kelas seberang, apalagi kelas atas. I'm belong here absolutely.
Tapi terkadang, yah masih ngerasa kalau bayanganku waktu itu belum terwujud. Ya, bayangan akan kelas yang kompak. Walaupun kita emang rame, tapi anaknya masih pada nggumbul dewe-dewe. Kurang menyatu secara keseluruhan siswanya. Bahkan kalau boleh jujur, walaupun kerjaanku guyon, gombal, dan ketawa-ketiwi sama anak-anak disini, tapi belum menemukan anak yang klooop pol denganku.
Tapi yasudahlah, semoga seiring berjalannya waktu, kami bisa semakin kompak. Amin. Tinggal 5 bulan lagi :3
I love you, Seattlers!
Minggu, 06 November 2011
6 November 2011
Aku pikir yang terjadi hari ini hanya satu: saya bertambah tua.
Dan selain itu.. Tidak ada sesuatu yang special dari teman-teman atau kerabat. Apalagi kekasih tercinta. Actually today's should be our first monthversary too, tapi hari ini berjalan seperti biasa dengannya, hanya diwarnai dengan ucapan dan doanya. Okelah ._.
Namun ucapan dari semuanya sudah sangat berarti dan merupakan hadiah bagiku. Bahkan tanpa disangka, teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak melihat batang hidungku ternyata banyak yang masih ingat dan memberi ucapan. Aaah, terimakasih :'D
Hari pun menjelang senja. Dan tanpa disangka.. Papa menjemputku di rumah, dan menggiringku ke suatu restoran.
Disana, telah berkumpul sebagian keluarga besar Papa. Hatiku terenyuh melihatnya, jarang-jarang kami bisa berkumpul seperti ini sejak Mbah Putri pulang ke hadiratNya, apalagi hanya untuk sekadar merayakan hari-bertambah-tuaku. Rindu bergejolak di dalam dadaku, rasanya ingin memeluk mereka satu persatu.
Tetapi tetap ada satu yang kurang; Mama. Orangtuaku memang antonim dari pepatah dimana-ada-kamu-disitu-ada-aku. Namun tanpa banyak bicara aku duduk di meja yang ternyata telah di reserved Papa jauh-jauh hari.
Kami semua pun memesan makanan dan terus bercengkrama sampai tak terasa makanan sudah tiba di perut kami masing-masing. Ketika aku dan Shiwi, sepupuku, sedang mengabadikan momen ini dalam kamera, tiba-tiba datanglah seorang waiter sambil membawakan kue kecil dengan satu lilin kecil berpijar di atasnya. Dan lagu Happy Birthday pun mengalun di restoran itu.
Semua pun ikut bernyanyi, Happy Birthday Stella.. Happy Birthday Stella.. Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Stella...
Berbagai macam perasaan bergejolak dalam hati dan mataku. Dan tanpa mengeluarkan sedikitpun dari perasaan yang ada, aku langsung mengucapkan permohonan dan menyebul api lilin yang sudah menunggu untuk ditiup.

That's what family for. Even sometimes they're suck, but they're always there for us everytime we need and sometimes in an unpredictable way. Extremely thanks for completing my birthday, fams! <:'D
Dan selain itu.. Tidak ada sesuatu yang special dari teman-teman atau kerabat. Apalagi kekasih tercinta. Actually today's should be our first monthversary too, tapi hari ini berjalan seperti biasa dengannya, hanya diwarnai dengan ucapan dan doanya. Okelah ._.
Namun ucapan dari semuanya sudah sangat berarti dan merupakan hadiah bagiku. Bahkan tanpa disangka, teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak melihat batang hidungku ternyata banyak yang masih ingat dan memberi ucapan. Aaah, terimakasih :'D
Hari pun menjelang senja. Dan tanpa disangka.. Papa menjemputku di rumah, dan menggiringku ke suatu restoran.
Disana, telah berkumpul sebagian keluarga besar Papa. Hatiku terenyuh melihatnya, jarang-jarang kami bisa berkumpul seperti ini sejak Mbah Putri pulang ke hadiratNya, apalagi hanya untuk sekadar merayakan hari-bertambah-tuaku. Rindu bergejolak di dalam dadaku, rasanya ingin memeluk mereka satu persatu.
Tetapi tetap ada satu yang kurang; Mama. Orangtuaku memang antonim dari pepatah dimana-ada-kamu-disitu-ada-aku. Namun tanpa banyak bicara aku duduk di meja yang ternyata telah di reserved Papa jauh-jauh hari.
Kami semua pun memesan makanan dan terus bercengkrama sampai tak terasa makanan sudah tiba di perut kami masing-masing. Ketika aku dan Shiwi, sepupuku, sedang mengabadikan momen ini dalam kamera, tiba-tiba datanglah seorang waiter sambil membawakan kue kecil dengan satu lilin kecil berpijar di atasnya. Dan lagu Happy Birthday pun mengalun di restoran itu.
Semua pun ikut bernyanyi, Happy Birthday Stella.. Happy Birthday Stella.. Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Stella...
Berbagai macam perasaan bergejolak dalam hati dan mataku. Dan tanpa mengeluarkan sedikitpun dari perasaan yang ada, aku langsung mengucapkan permohonan dan menyebul api lilin yang sudah menunggu untuk ditiup.

That's what family for. Even sometimes they're suck, but they're always there for us everytime we need and sometimes in an unpredictable way. Extremely thanks for completing my birthday, fams! <:'D
Minggu, 16 Oktober 2011
Bintang.
Saat iseng-iseng mengecek blogku sendiri, yang pertama kali kulihat adalah header.
Ya, gambar yang terdapat pada headerku, CAFE STELLA. Teringat saat tempo hari aku iseng-iseng mengetikkan namaku di Google dan munculah berbagai jenis gambar mulai dari gambar kartun Winx World (yang salah satu tokohnya bernama Stella), pengharum ruangan, bir Stella Archois, foto cewek sexy -___-, hingga akhirnya menemukan gambar Cafe Stella ini dan memasangnya menjadi header. Entah apa maksudnya. Mungkin sedikit bangga ya namaku dijadikan nama Cafe dan setidaknya Cafe lebih elit dan tidak lebih hina daripada merk bir dan.... Cewek sexy.
Dan setelah sekian lama, (bodohnya) baru sekarang aku menyadari sesuatu pada gambar Cafe Stella ini. Ditengahnya, ada gambar bintang.
Kalau kalian cari nama 'Stella' di buku 'Kamus Arti Nama' atau buku sejenisnya, hasilnya adalah bintang. Ya, arti dibalik namaku adalah bintang.
Pikiranku pun langsung melesat kembali ke masa dimana usiaku masih sama dengan jumlah nyawa seekor kucing.
Hari itu hari Sabtu, dan seperti biasanya, Mama selalu menjemputku sekolah dan kemudian mengajakku pergi karena itu akhir pekan. Sepanjang perjalanan, aku memasang wajah tertekuk.
Lalu Mama pun angkat bicara, "Kamu kenapa sih? Cemberut terus."
"Ma, kenapa sih aku dinamain Stella? Sebel tau gak, diejekin temen-temen terus karena namaku sama kayak pengharum ruangan :("
"Diejek apa sih emang?"
"Ya gitu Ma, Stella All in One lah, digantung di AC lah, di mobil, gitulah. Sebel deh, apacoba ah kan sebeeel Ma"
"Ya masih mending, namamu bagus. Mau gak kalo Mama kasih nama Nur (pembantuku saat itu)? Aatau Mama kasih nama Siti (pembantu tetangga sebelah)?"
*lalu hening*
"Tau gak apa arti namamu?"
"Apaan emang, Ma?"
"Stella itu artinya bintang. Kalo Vania itu, artinya karunia Tuhan. Bagus kan."
"Jadi, bintang karunia Tuhan?"
"Iya Stel. Mama harap suatu saat kamu bisa menjadi bintang."
Dan tiba-tiba, aku merasakan sisi hatiku meleleh. Ternyata di balik namaku ini, tersirat sebuah makna yang begitu indah, yang telah diselipkan oleh orangtuaku saat mereka memberiku sebuah identitas.
Bintang.
Bintang itu... Bersinar.
Bintang itu... Berkilauan.
Bintang itu... Terletak di tempat yang tinggi.
Bintang itu... Pemberi cahaya pada gelapnya langit malam.
Bintang itu... Penunjuk jalan bagi yang tersesat.
Bintang itu... Melambangkan yang terbaik.
Apakah kelak nanti aku dapat menjadi bintang?
Ya, gambar yang terdapat pada headerku, CAFE STELLA. Teringat saat tempo hari aku iseng-iseng mengetikkan namaku di Google dan munculah berbagai jenis gambar mulai dari gambar kartun Winx World (yang salah satu tokohnya bernama Stella), pengharum ruangan, bir Stella Archois, foto cewek sexy -___-, hingga akhirnya menemukan gambar Cafe Stella ini dan memasangnya menjadi header. Entah apa maksudnya. Mungkin sedikit bangga ya namaku dijadikan nama Cafe dan setidaknya Cafe lebih elit dan tidak lebih hina daripada merk bir dan.... Cewek sexy.
Dan setelah sekian lama, (bodohnya) baru sekarang aku menyadari sesuatu pada gambar Cafe Stella ini. Ditengahnya, ada gambar bintang.
Kalau kalian cari nama 'Stella' di buku 'Kamus Arti Nama' atau buku sejenisnya, hasilnya adalah bintang. Ya, arti dibalik namaku adalah bintang.
Pikiranku pun langsung melesat kembali ke masa dimana usiaku masih sama dengan jumlah nyawa seekor kucing.
Hari itu hari Sabtu, dan seperti biasanya, Mama selalu menjemputku sekolah dan kemudian mengajakku pergi karena itu akhir pekan. Sepanjang perjalanan, aku memasang wajah tertekuk.
Lalu Mama pun angkat bicara, "Kamu kenapa sih? Cemberut terus."
"Ma, kenapa sih aku dinamain Stella? Sebel tau gak, diejekin temen-temen terus karena namaku sama kayak pengharum ruangan :("
"Diejek apa sih emang?"
"Ya gitu Ma, Stella All in One lah, digantung di AC lah, di mobil, gitulah. Sebel deh, apacoba ah kan sebeeel Ma"
"Ya masih mending, namamu bagus. Mau gak kalo Mama kasih nama Nur (pembantuku saat itu)? Aatau Mama kasih nama Siti (pembantu tetangga sebelah)?"
*lalu hening*
"Tau gak apa arti namamu?"
"Apaan emang, Ma?"
"Stella itu artinya bintang. Kalo Vania itu, artinya karunia Tuhan. Bagus kan."
"Jadi, bintang karunia Tuhan?"
"Iya Stel. Mama harap suatu saat kamu bisa menjadi bintang."
Dan tiba-tiba, aku merasakan sisi hatiku meleleh. Ternyata di balik namaku ini, tersirat sebuah makna yang begitu indah, yang telah diselipkan oleh orangtuaku saat mereka memberiku sebuah identitas.
Bintang.
Bintang itu... Bersinar.
Bintang itu... Berkilauan.
Bintang itu... Terletak di tempat yang tinggi.
Bintang itu... Pemberi cahaya pada gelapnya langit malam.
Bintang itu... Penunjuk jalan bagi yang tersesat.
Bintang itu... Melambangkan yang terbaik.
Apakah kelak nanti aku dapat menjadi bintang?
Sabtu, 15 Oktober 2011
7 steps to move on.
Yooo teman-teman yang sedang dirudung kegalauan akan sang mantan!
Baik yang baru saja mengakhiri hubungan, maupun yang sudah lama menyendiri tapi masih terperangkap dalam bayang-bayang masa lalu. Atau mungkin yang udah diberi harapan, digantungin lama, dan tiba-tiba ditinggalin gitu aja. Eke ada beberapa cuil tips nih, untuk move on tentunya. Cekidot!
1. Buat batas waktu.
Hm ini sebenernya khusus buat yang baru putus. Setelah putus, kalian pasti merasa kehilangan banget. Ga mungkin bisa langsung lupa gitu aja kan.
Tapi ya jangan terus-terusan. Maka dari itu tentukan batas waktu untuk kalian menggalau segalau-galaunya. Ya, nangis sepuas-puasnya, flashbacking, menumpahkan segala perasaan dan kesedihan kalian, kabur kemana kek. Gitu deh. Puas-puasin pokoknya.
Ingat, berhentilah setelah batas waktu yang ditentukan. Dan jangan lama-lama lho! :))
Dan yang buat udah lama masih keinget mantan, ngapain bikin batas waktu? Waktu kalian sudah terbuang sia-sia untuk sesuatu yang ga bakal kembali, heeey!
2. Waktunya bangkit!
Nah setelah batas waktunya kadaluwarsa, silahkan kalian bangkit berdiri dari semua keterpurukan kalian! Sudah puas belum? Mudah-mudahan sudah, masa ga bosen sih menggalau terus.
Oh iya jangan lupa hapus semua kenangan yang bisa membangkitkan ingatanmu akan sang mantan ya, seperti sms, foto, barang yang dikasih mantan, dll. Kalo barang sih jangan dibuang lah, hargai pemberian orang. Cukup disimpan di tempat tersembunyi yang ga bakal kalian lihat (ex: gudang). Tapi kalo dalam bentuk elektronik, wajib dihapus tuh! Mungkin susah ya mencet tombol Delete itu, rasanya eman, ga tega, dan ga rela gimana gitu kan. Tapi tega ga tega harus tega meeen! Mereka aja tega mencambuk hati kita (oposeh alay), masa kita ga tega hanya untuk sekadar memencet tombol Delete? Awalnya emang berat ya, tapi kalo udah dihapus, percayalah, rasanya…. Legaaa banget.
So, mulai sekarang lihatlah dan jalanlah ke depan, jangan tengok-tengok ke belakang lagi ya. Kesandung loh. Masa lalu itu untuk dipelajari, bukan untuk ditangisi. Kalau gagal, ya berarti di depan ada yang lebih baik untuk kalian! Hidup masih panjang meeen, kalian baru berapa bulan sih sama mantan kalian? Baru berapa tahun sih sama mantan kalian? Hidup kalian masih berpuluh-puluh tahun lagi, kok!
3. Sibukkan diri.
Ya, sibukkan diri kalian dengan segala sesuatu yang kalian minati. Mumpung masih muda meeen, kembangkan skill dan wawasan kalian, baik akademis maupun non akademis, baik di sekolah maupun di luar sekolah terserah loe-loe pada. Buatlah orangtua kalian bangga dengan prestasi kalian sekarang, dan bangga dengan title kalian kelak nanti. Orang tua kalian jauuuh lebih menyayangi kalian daripada mantan kalian dulu. Emang mantan kalian ngelahirin kalian? Ngasih makan kalian? Nyekolahin kalian? Mbiayain hidup kalian? Enggak kan. Masa cuma gara-gara stuck sama mantan, masa depan kalian hancur. Nggak banget.
4. Bersenang-senanglah!
Emang hidup cuma cinta-cintaan doang?
Masa muda adalah masa dimana kita seharusnya mencari teman-teman sebanyak-banyaknya. Ya, lalu bersenang-senanglah dengan teman-teman kalian (bersenang-senang yang positif lho)! Gak rugi kok. Seindah-indahnya kenangan kalian sama sang mantan dulu, tapi bakal kalah kok sama pengalaman dan kenangan yang kalian cetak sama teman-teman, yang jauh lebih berkesan dan bermakna! ;)
Lihat, masih banyak yang lebih berharga kan daripada mantan? Masih banyak kan yang lebih sayang kalian?
5. Berdamailah.
Ya, jangan menjadikan mantan kalian musuh. Tetep keep contact lah, tapi ya ga gitu-gitu amat lah contactnya, apalagi kalo baru putus. Maksudnya, ya tetep berteman, seperti sedia kala sebelum kalian menjalani sebuah hubungan khusus, dimana kalian belom ada perasaan apa-apa. Percaya deh, musuhan atau lost contact itu cuma bikin kalian kehilangan, kangen, dan galau. Kalian bakal sadar kalau berteman adalah jalan yang lebih baik, bakal sadar kalo si dia emang bukan pilihan yang tepat buat kalian, dan bakal sadar kalo kalian ga bakal seindah dulu saat masih bersama. Jadi, kiPkuNdTh (read: keep contact) ya, tapi jangan mengharapkan dia kembali.
6. Find the other one?
THIS. Sebenernya ini cara yang paling jitu untuk melupakan sang mantan. Otomatis posisi sang mantan perlahan-lahan akan bergeser di hati dn pikiran kalian.
But remember! Jangan jadikan ‘someone new’ itu sebagai pelarian! Kalau kalian cuma menjadikan pelarian, kalian bakal nyesek sendiri karena saat kalian sudah sama si someone new ini, kalian masih terbayang-bayang masa lalu kalian. Dan feel kalian ke someone new ini pasti ga bisa sepenuhnya.
So, kalian harus pastikan feel kalian sama mantan emang udah bener-bener ilang, udah ga pernah kepikiran lagi, dan baru kalian boleh memutuskan untuk jatuh cinta. Oh iya dan pastikan someone new ini lebih baik daripada mantan kalian lho :)) masa mau mengulangi kesalahan yang sama?
See? Masih banyak kan yang lebih baik yang telah disediakan Tuhan untukmu di balik kegagalan akan masa lalumu ☺
Hm tapi ga wajib kok nomer 6 ini, kalo emang lebih pewe sendiri, yaudah itu pilihan kalian meeen B-) hidup masih panjang! Masih banyak yang bisa kalian lakukan selagi lajang!
Dan yang terakhir....
7. Berdoa!
Mintalah yang terbaik kepada Sang Pencipta untuk kalian, untuk hidup kalian, dan juga untuk mantan kalian. Apabila dia jodoh kalian, kiranya Tuhan mempertemukan kalian kembali. Tapi jika bukan… Semoga dengan terpisahnya kalian, akan membawa pengaruh yang lebih baik untuk masing-masing kalian ☺
Ya sekian ceramah dari saya, padahal di awal tadi saya hanya mengatakan ‘beberapa cuil’ lho. Mungkin ga sepenuhnya bakal work out, tapi setidaknya sedikit membantu. Semoga bermanfaat, wahai para umat galau!
Baik yang baru saja mengakhiri hubungan, maupun yang sudah lama menyendiri tapi masih terperangkap dalam bayang-bayang masa lalu. Atau mungkin yang udah diberi harapan, digantungin lama, dan tiba-tiba ditinggalin gitu aja. Eke ada beberapa cuil tips nih, untuk move on tentunya. Cekidot!
1. Buat batas waktu.
Hm ini sebenernya khusus buat yang baru putus. Setelah putus, kalian pasti merasa kehilangan banget. Ga mungkin bisa langsung lupa gitu aja kan.
Tapi ya jangan terus-terusan. Maka dari itu tentukan batas waktu untuk kalian menggalau segalau-galaunya. Ya, nangis sepuas-puasnya, flashbacking, menumpahkan segala perasaan dan kesedihan kalian, kabur kemana kek. Gitu deh. Puas-puasin pokoknya.
Ingat, berhentilah setelah batas waktu yang ditentukan. Dan jangan lama-lama lho! :))
Dan yang buat udah lama masih keinget mantan, ngapain bikin batas waktu? Waktu kalian sudah terbuang sia-sia untuk sesuatu yang ga bakal kembali, heeey!
2. Waktunya bangkit!
Nah setelah batas waktunya kadaluwarsa, silahkan kalian bangkit berdiri dari semua keterpurukan kalian! Sudah puas belum? Mudah-mudahan sudah, masa ga bosen sih menggalau terus.
Oh iya jangan lupa hapus semua kenangan yang bisa membangkitkan ingatanmu akan sang mantan ya, seperti sms, foto, barang yang dikasih mantan, dll. Kalo barang sih jangan dibuang lah, hargai pemberian orang. Cukup disimpan di tempat tersembunyi yang ga bakal kalian lihat (ex: gudang). Tapi kalo dalam bentuk elektronik, wajib dihapus tuh! Mungkin susah ya mencet tombol Delete itu, rasanya eman, ga tega, dan ga rela gimana gitu kan. Tapi tega ga tega harus tega meeen! Mereka aja tega mencambuk hati kita (oposeh alay), masa kita ga tega hanya untuk sekadar memencet tombol Delete? Awalnya emang berat ya, tapi kalo udah dihapus, percayalah, rasanya…. Legaaa banget.
So, mulai sekarang lihatlah dan jalanlah ke depan, jangan tengok-tengok ke belakang lagi ya. Kesandung loh. Masa lalu itu untuk dipelajari, bukan untuk ditangisi. Kalau gagal, ya berarti di depan ada yang lebih baik untuk kalian! Hidup masih panjang meeen, kalian baru berapa bulan sih sama mantan kalian? Baru berapa tahun sih sama mantan kalian? Hidup kalian masih berpuluh-puluh tahun lagi, kok!
3. Sibukkan diri.
Ya, sibukkan diri kalian dengan segala sesuatu yang kalian minati. Mumpung masih muda meeen, kembangkan skill dan wawasan kalian, baik akademis maupun non akademis, baik di sekolah maupun di luar sekolah terserah loe-loe pada. Buatlah orangtua kalian bangga dengan prestasi kalian sekarang, dan bangga dengan title kalian kelak nanti. Orang tua kalian jauuuh lebih menyayangi kalian daripada mantan kalian dulu. Emang mantan kalian ngelahirin kalian? Ngasih makan kalian? Nyekolahin kalian? Mbiayain hidup kalian? Enggak kan. Masa cuma gara-gara stuck sama mantan, masa depan kalian hancur. Nggak banget.
4. Bersenang-senanglah!
Emang hidup cuma cinta-cintaan doang?
Masa muda adalah masa dimana kita seharusnya mencari teman-teman sebanyak-banyaknya. Ya, lalu bersenang-senanglah dengan teman-teman kalian (bersenang-senang yang positif lho)! Gak rugi kok. Seindah-indahnya kenangan kalian sama sang mantan dulu, tapi bakal kalah kok sama pengalaman dan kenangan yang kalian cetak sama teman-teman, yang jauh lebih berkesan dan bermakna! ;)
Lihat, masih banyak yang lebih berharga kan daripada mantan? Masih banyak kan yang lebih sayang kalian?
5. Berdamailah.
Ya, jangan menjadikan mantan kalian musuh. Tetep keep contact lah, tapi ya ga gitu-gitu amat lah contactnya, apalagi kalo baru putus. Maksudnya, ya tetep berteman, seperti sedia kala sebelum kalian menjalani sebuah hubungan khusus, dimana kalian belom ada perasaan apa-apa. Percaya deh, musuhan atau lost contact itu cuma bikin kalian kehilangan, kangen, dan galau. Kalian bakal sadar kalau berteman adalah jalan yang lebih baik, bakal sadar kalo si dia emang bukan pilihan yang tepat buat kalian, dan bakal sadar kalo kalian ga bakal seindah dulu saat masih bersama. Jadi, kiPkuNdTh (read: keep contact) ya, tapi jangan mengharapkan dia kembali.
6. Find the other one?
THIS. Sebenernya ini cara yang paling jitu untuk melupakan sang mantan. Otomatis posisi sang mantan perlahan-lahan akan bergeser di hati dn pikiran kalian.
But remember! Jangan jadikan ‘someone new’ itu sebagai pelarian! Kalau kalian cuma menjadikan pelarian, kalian bakal nyesek sendiri karena saat kalian sudah sama si someone new ini, kalian masih terbayang-bayang masa lalu kalian. Dan feel kalian ke someone new ini pasti ga bisa sepenuhnya.
So, kalian harus pastikan feel kalian sama mantan emang udah bener-bener ilang, udah ga pernah kepikiran lagi, dan baru kalian boleh memutuskan untuk jatuh cinta. Oh iya dan pastikan someone new ini lebih baik daripada mantan kalian lho :)) masa mau mengulangi kesalahan yang sama?
See? Masih banyak kan yang lebih baik yang telah disediakan Tuhan untukmu di balik kegagalan akan masa lalumu ☺
Hm tapi ga wajib kok nomer 6 ini, kalo emang lebih pewe sendiri, yaudah itu pilihan kalian meeen B-) hidup masih panjang! Masih banyak yang bisa kalian lakukan selagi lajang!
Dan yang terakhir....
7. Berdoa!
Mintalah yang terbaik kepada Sang Pencipta untuk kalian, untuk hidup kalian, dan juga untuk mantan kalian. Apabila dia jodoh kalian, kiranya Tuhan mempertemukan kalian kembali. Tapi jika bukan… Semoga dengan terpisahnya kalian, akan membawa pengaruh yang lebih baik untuk masing-masing kalian ☺
Ya sekian ceramah dari saya, padahal di awal tadi saya hanya mengatakan ‘beberapa cuil’ lho. Mungkin ga sepenuhnya bakal work out, tapi setidaknya sedikit membantu. Semoga bermanfaat, wahai para umat galau!
Kamis, 22 September 2011
Mati rasa?
Di satu sisi, ada perasaan 'melayang' tentunya. Namun di sisi lain? Melayang, yang disini artinya sudah tak dapat merasakan apa-apa lagi.
Ya. Rasanya... Datar. Hambar. Kosong. Di mana seharusnya yang kurasakan adalah bahagia, seutuhnya. Entah kenapa.
Mungkin sisi hati yang satu ini... Sudah mati.
Terlalu sering terombang-ambing, tercabik-cabik dan pada akhirnya tak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan benar.
Ya. Rasanya... Datar. Hambar. Kosong. Di mana seharusnya yang kurasakan adalah bahagia, seutuhnya. Entah kenapa.
Mungkin sisi hati yang satu ini... Sudah mati.
Terlalu sering terombang-ambing, tercabik-cabik dan pada akhirnya tak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan benar.
Sabtu, 17 September 2011
Ini ceritanya, tentang kami.
Awal?
Aku sering nggak berkutik kalau tiba-tiba ada seseorang yang muncul didepanku dan bertanya tanpa tedeng aling-aling seperti; "fre, awalnya kamu bisa deket sama stella sama ozza gitu gimana sih?"
Sekali lagi, awal? Aduh, halu, kamu tanya ke aku terus aku bisa tanya ke siapa? Coba tengok ke Sute (aka Stella) dulu. Yah, dia pasti bilang, "Iyoyo kok isok yo kita deket gini yo? Saling cocok paling. Tapi eman yo, baru ketahuan klop-nya mendekati kenaikan kelas."
...........................
Alalah, jangan suruh aku tanya ke Oja (aka Ozza), karena dia juga pasti nggak ingat :p
Oke, dicoba berpikir-pikir dulu ke belakang. Awal masuk... Aku cuma sekadar kenal sama Sute-dan menganggap dia unik, anak Jakarta nyeleneh yang juga fasih berJowo ria-dan aku bahkan nggak tahu Ozza itu yang mana.
Fast-forward, waktu ulangan? Waktu liburan? Waktu 17-an? Nggak juga. Aku anak yang cenderung diam dan menutup diri, dan sepertinya memang butuh waktu lama untuk mengupas helai demi helai kepribadian anak-anak X6 satu persatu.
Double click fast-forward, bertambah cepat scanningku mengenai kami. Bagaimana aku pernah duduk di depan Oja dan bergurau dengan urakan, bagaimana aku, Sute, dan Michelle pertama kali jalan bareng ke MZ, curhat ditemani sepiring eskrim untuk bertiga. Dan seterusnya, dan seterusnya. Sampai scanningku macet di kejadian ini:
Sore hari setelah jumatan, di koridor lantai 3 gedung baru. Ozza asyik laptop-an nyambi kerja kelompok. Aku rebahan di kakinya Sute, curhat berdua. Entah bagaimana, tiba-tiba benang yang pertamanya hanya tersimpul erat buat kami berdua, terlilit benang baru dari Ozza. Mulailah perdebatan mengenai apa saja; pacar, status, sikap, bahkan soal kelas. Semua itu seakan topik yang ringan untuk kami bahas, tanpa melihat apakah itu berujung atau tidak.
Waktu bergulir cepat kalau ada mereka.
Kejadian tadi memberondong serentetan hal-hal yang berikutnya kami tekuni: nyore, conference di bbm, menggalau bertiga, sampai saling ledek. Kadang-kadang aku merasa terasingkan, berbeda pemikiran dan nggak nyambung, tapi disatu sisi yang lebih mendesak, aku tahu tidak ada yang lebih... hadir, lebih toleran, dan lebih seru dibanding mereka.
Stella yang moody, baik, ramai, blak-blakan, dan nyeleneh. Ozza si drummer yang pede, santai, dan memahami situasi. Aku belum mau kehilangan mereka.
Awal? Begini, aku tidak peduli bagaimana cerita awalnya kami dapat saling menjalin dan terikat. Yang kuperhatikan adalah prosesnya, hal-hal ajaib yang entah sudah kami lakukan ataupun belum untuk mengarungi waktu bersama. Kejadian yang saling kami bagi. Sekadar obrolan renyah untuk mengetahui kami sama-sama ada.


Semoga simbiosis ini terus mengalir, tidak hanya sekadar 3 tahun di SMA, tapi seterusnya, sampai tua, sampai beranak-cucu.
He su-ja, aku sayang kalian :)
This originally pick from Frea's blog, how sweet :') semoga kita tetap menggila menggaul dan menggalau bersama sampai tua nanti deh. I love both of you too, dude! :p
This originally pick from Frea's blog, how sweet :') semoga kita tetap menggila menggaul dan menggalau bersama sampai tua nanti deh. I love both of you too, dude! :p
Langganan:
Postingan (Atom)